Skip to main content

Perlu Self Healing Saat Pandemi Covid-19, Mengapa?

Menikmati suasana alam saat matahari terbenam sebagai bentuk self healing, sumber foto: dokumentasi pribadi

Self healing merupakan proses penyembuhan diri sendiri terhadap luka batin, mental, trauma ataupun salah satunya stres.

Pandemi Covid-19 sering menyebabkan orang memiliki gangguan mental dan self healing seharusnya adalah cara yang dilakukan diri sendiri untuk mengobati diri saat pandemi ini.

Dewasa ini, tidak sedikit dari netijen yang mencurahkan isi pikirannya di media sosial miliknya sendiri.

Media sosial kini menjadi tempat yang penuh dengan apa yang sedang dirasakan oleh mereka yang stres karena dibatasi untuk melakukan kegiatan di luar rumah atau stres karena banyak hal yang dipicu oleh Covid-19.

Menurut Tren Digital, ternyata pengguna aktif media sosial selama pandemi Covid-19 memang meningkat.

Mulai dari orang yang senang mengeksplor media sosial untuk mencari informasi ter-update dan tidak bisa dipungkiri ada pula sebagian orang yang hanya mengeluarkan isi kepalanya dan memancing orang yang melihat hal tersebut bisa ikut merasakan emosi.

Semua hal yang berkaitan dengan media sosial saat pandemi ini terkadang ada kalanya tanpa kita sadari, bisa membuat kita merasakan stres atau bahkan membuat mental tidak stabil.

Pandemi Covid-19 menjadikan semua kegiatan dialihkan menjadi online, itulah sebabnya banyak dari orang yang menghabiskan waktunya untuk melakukan apapun secara daring.

Tampaknya self healing memang hanya populer dikalangan remaja, namun siapapun bisa melakukan ini.

Cara self healing tidaklah sulit, misalnya bisa dengan menghabiskan waktu untuk diri sendiri melakukan hobi yang positif dan menjauhkan diri dari handphone.

Self healing bisa dilakukan dengan misalnya membiasakan diri tidak bergantung pada handphone dan menyibukkan diri pada kehidupan yang nyata.

Berolahraga, menikmati alam bebas, berkebun atau merawat tanaman, membaca buku yang digemari, hal-hal tersebut merupakan contoh self healing yang dapat dilakukan secara mandiri.

Dengan melakukan self healing di saat pandemi Covid-19 ini, bisa menjadi cara yang tepat dalam mengatasi stres atau penatnya mengikuti banjirnya informasi.

Hal yang mudah dan memang penting dilakukan saat pandemi seperti ini, bukan?

Yuk di masa yang serba sulit ini, kita harus lebih bijak untuk memutuskan sesuatu yang penting dilakukan.

Menjaga kesehatan mental dan pikiran juga penting, tidak hanya menjaga kesehatan secara fisik tubuh. Tetap melakukan hal yang positif dan sebarkan kebaikan kepada orang disekitar, ya!

 (Adelia Risna Putri Limbong / Politeknik Negeri Jakarta)

Comments

Popular Posts

Tips Sederhana Mahir Berbahasa Inggris

Sebagai makhluk sosial, bersosialisasi merupakan kegiatan yang sudah sewajarnya dilakukan. Kemampuan berkomunikasi dengan bahasa yang umumnya orang pahami adalah salah satu hal yang dibutuhkan seperti bahasa Inggris. Berdasarkan pantauan media sosial saat ini, banyak ditemukan celetukan komentar viral dari khususnya kalangan remaja yang menggunakan kalimat “nggak bisa bahasa enggres” hampir di setiap kiriman media sosial yang mengandung konten bahasa Inggris. Nah, bagi kamu yang merasa masih kurang dalam berbahasa Inggris dan ingin mengasah kemampuan bahasa Inggris, kamu bisa mencoba tips sederhana mahir berbahasa Inggris berikut loh! Yuk simak! 1. Mendengarkan lagu bahasa Inggris Kamu bisa dengan perlahan belajar berbahasa Inggris dengan mendengarkan lagu barat. Bagaimana caranya? kamu bisa mendengarkan musik sambil melihat lirik lagunya dan kemudian mengartikannya ke dalam bahasa Indonesia. Saat ini sudah banyak aplikasi handphone maupun laptop/PC yang menyediakan fitur lagu denga...

Dibukanya Kembali Museum PETA Bogor, Pengunjung Masih Dibatasi

  Museum Pembela Tanah Air (PETA) yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 35 Bogor telah dibuka kembali yang setelah sekian lama ditutup karena peraturan objek wisata di Bogor dilarang buka saat pandemi covid-19. Tempat tinggal para pengawal dan pegawai gubernur jenderal di masa kolonial yang sekarang disebut sebagai Museum PETA ini dibuka kembali dengan spanduk syarat protokol kesehatan yang dipasang di depan pagar museum. Tujuan dibuka kembali museum ini adalah untuk tetap memberi tempat sebagai edukasi dan memperluas informasi wawasan kebangsaan. “Museum PETA ini dibuka pada saat level PPKM tingkat tiga,” ujar Santo, Pengaman Museum PETA. Namun dibukanya kembali museum ini menjadikan pihak museum yang meningkatkan keamanan tempatnya. Santo menjelaskan peningkatan keamanan yang dilakukan adalah dengan pembatasan pengunjung. “Untuk tingkat keamanan disini, kita melakukan kegiatan pembatasan pengunjung untuk meminimalisir dengan adanya pandemi saat ini,” tegasnya. Ditutupnya...