Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor menyelenggarakan kegiatan vaksinasi rabies untuk hewan peliharaan seperti kucing, anjing, primata, dan musang pada Sabtu (25/9/2021).
Sebanyak 450 kuota vaksinasi rabies, 15 dokter hewan, penyediaan pengobatan, pemberian vitamin dan obat, serta konsultasi gratis bagi hewan peliharaan telah disediakan di Graha Pena Bogor. Masyarakat sekitar terlihat antusias membawa hewan peliharaannya untuk diberi vaksin rabies.
“Vaksinasi rabies diadakan untuk mencegah terjadinya penularan rabies dari hewan ke manusia,” ujar drh. Anizar, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bogor.
Drh. Anizar juga menjelaskan bahwa untuk vaksin rabies kali ini, DKPP menggunakan jenis vaksin Rabisin dari keluaran puskesmas. Ia menyebutkan kalau pada manusia dilakukan Vaksin Anti Rabies (VAR).
“Dia kalau menularkan ke manusia, bisa dari gigitan hewan ke manusia. Kedua, melalui air liur yang mengenai manusia,” ungkapnya.
Ia membahas lebih lanjut juga tentang cara mengatasi gigitan hewan rabies dengan rinci, dan menyebutkan ciri-ciri hewan yang terkena rabies dengan menggigit hal yang tidak biasanya, seperti kayu atau batu. Bisa juga hewan tersebut mengalami kelumpuhan atau paralisa, dan air liur yang terus keluar dari mulutnya.
“Kalau manusia terkena gigitan hewan rabies, bisa mencuci tangan dengan air yang mengalir selama 15 menit. Kemudian di lap dan dibasuh dengan alkohol 70 persen dan lapor ke puskesmas terdekat untuk melakukan vaksin rabies,” papar drh. Anizar.
Masyarakat yang berpartisipasi ternyata mengetahui informasi vaksin rabies yang digelar di Graha Pena melalui instagram Radar Bogor. “Saya tahu infonya dari instagram Radar Bogor,” kata Gita, pemilik hewan peliharaan.
“Kalau menurut saya, vaksin rabies itu lumayan penting, soalnya untuk menjaga kesehatan si kucingnya juga kan, banyak manfaatnya,” sambungnya.
Mayoritas dari masyarakat yang mengikuti acara vaksin rabies tersebut dengan membawa hewan peliharaan kucing dan anjing.
“Terimakasih untuk vaksin rabies ini lebih bagus. Jadi, hewan peliharaan-peliharaan kita bisa terjaga. Walaupun ada kegigit atau kena cakarannya, jadi nggak menimbulkan penyakit, bagus sekali,” pungkas Saepudin, pemilik hewan peliharaan.
(Adelia Risna Putri Limbong / Politeknik Negeri Jakarta)

Comments
Post a Comment