Vihara Dhanagun yang berlokasi di Surya Kencana, Kota Bogor dan sebagai tempat peribadatan etnis Tionghoa bagi tiga aliran kepercayaan ini sudah mengubah jam buka vihara sejak adanya pandemi Covid-19.
“Biasanya kalau dulu lagi ada PPKM dibukanya jam tujuh pagi, tapi jam tiga pulang. Kalau biasanya yang normal dari jam tujuh pagi sampai jam enam sore. Tapi sekarang karena masih ada pandemi, itu biasanya kita masuknya jam delapan, pulang jam empat. Itu hanya membatasi supaya orang tuh jangan terlalu banyak yang hadir,” ungkap Kusuma, pengurus harian Vihara Dhanagun.
Ia menjelaskan bahwa vihara tersebut sudah menerapkan protokol kesehatan yang berlaku. Tujuannya untuk membuat para pengunjung dan umat yang ingin bersembahyang menjadi aman dan nyaman.
“Cek suhu, mencuci tangan, handsanitizer dan sebagainya. Itu kita udah siapin, yang penting vihara kita tuh supaya terbebas dari penyakit wabah covid. Supaya semuanya juga yang mau sembahyang tuh nyaman,” papar Kusuma.
Kondisi vihara tertua di Kota Bogor ini sejak pandemi Covid-19 sudah mengalami penurunan drastis angka pengunjung yang masuk.
“Kalau misalnya kita lihat adanya pandemi kan, ini umat-umat yang dateng nih, apa mungkin karena ketakutan pribadi ya, otomatis menurun. Tadi misalnya bisa dua sampai tiga ratus orang kan, sekarang mah paling seratus juga nggak sampai kalau hari biasa. Kecuali kalau hari-hari tertentu, biasanya tanggal satu sampai lima belas ada penaikan, yang biasanya tadi enam sampai tujuh ratus, sekarang mah tinggal seratus sampai dua ratus, jadi drastis,” pungkas Kusuma.(Adelia Risna Putri Limbong / Politeknik Negeri Jakarta)

Comments
Post a Comment